Selasa, 04 Januari 2022

Inilah 5 Tips Agar Resolusi Kamu Di Tahun 2022 Bisa Tercapai

 


Tahun baru biasanya selain identik dengan terompet atau berkumpul dengan teman sambil bakar ikan atau jagung, tahun baru juga identik dengan target atau resolusi yang akan dicapai selama tahun 2022. Walaupun menurut saya resolusi itu harus terus ada dan diperbaharui setiap saat, tapi seru aja ya pas tahun baru kita review apa saja sih resolusi yang tidak tercapai di tahun kemarin dan apakah resolusi tersebut mau kita masukkan kembali ke resolusi di tahun berikutnya atau tidak.

Begitupun saya, ada beberapa resolusi yang tidak tercapai di tahun 2021. Kendalanya menurut saya adalah diri saya sendiri dimana kurang konsisten aja dalam menjalani hal yang ingin saya capai. Selebihnya karena memang faktor external yang tidak bisa dikontrol contohnya seperti pandemi ini. Kalau saya di akhir tahun kemarin, saya merefleksikan semua target yang sudah dibuat di awal tahun 2021, kedalanya apa saja dan apa yang mau diperbaiki seandainya target tersebut mau dimasukkan lagi di list 2022.

Tips Agar Resolusi 2022 Bisa Tercapai

  • Buat resolusi yang realistis

Target yang akan dibuat harus dilihat apakah itu realistis atau tidak. Misal harus mendapatkan pendapatan dari bisnis tambahan sebulan 10 juta sementara reseller tidak ada dan modal juga masih pas-pasan. Ada baiknya target bisa diubah menjadi 500 ribu sebulan, dan seiring dengan berjalannya waktu mulai mencari reseller agar pendapatan juga bertambah.  

  • Mendetailkan target

Biasanya nih, kita punya banyak resolusi. Sampai-sampai karena banyaknya daftar yang dibuat jadi bingung mau mana duluan yang dilakukan. Nah ada baiknya kita mengelompokkan dan mengidentifikasikan dari segi waktu, biaya, manfaat yang dikeluarkan. Sehingga kita bisa dengan mudah mengetahui mana saja resolusi yang kita butuhkan.

  • Mencari lingkungan yang tepat

Kita bisa meminta bantuan kepada orang-orang terdekat untuk membantu kita agar fokus terhadap target yang sedang kita kejar. Akan lebih baik lagi jika kita memiliki teman yang memiliki satu target dengan kita.

  • Buat catatan progress keberhasilan

Buat catatan sampai sejauh mana resolusi tersebut berhasil dilakukan. Agar seandainya kurang maksimal masih bisa untuk diperbaiki.

  • Konsisten

Point utama adalah Konsisten dan motivasi diri yang kuat. Semua hal yang sudah ditulis diatas tidak ada artinya jika kita tidak konsisten. Tidak bisa dipungkiri rasa malas dan rasa ingin menyerah pasti ada, namun kita harus bisa melawan hal tersebut agar resolusi bisa terlaksana dengan baik. Proses yang baik akan mendapatkan hasil yang baik, jika hasil yang ada tidak sesuai dengan harapan berarti ada yang salah dengan proses yang sudah dijalani.

Resolusi saya tahun ini salah satunya adalah mampu untuk berdamai dengan diri sendiri, ketika hal yang tidak saya harapkan atau inginkan terjadi dimana pasti timbul rasa kecewa. Dan saya ingin saya bisa berdamai dengan emosi, kecewa, sedih yang saya alami supaya saya bisa untuk melihat semua dari hal yang positif. Satu lagi salah satu resolusi saya adalah menjadi momfluencer dan blogger sehingga bisa kerja dari rumah hehehe.

Nah buat teman-teman, sharing yuk apa saja resolusi kalian di tahun 2022 ini. Share di kolom komentar yaa.

 

Senin, 03 Januari 2022

Persiapan Pembelajaran Tatap Muka Awal Tahun 2022

 


Bismillah..

 

Assalamualaikum, ini adalah tulisan pertama saya di Tahun 2022. Wah tidak terasa sudah Tahun Baru saja ya, perasaan baru kemarin awal tahun 2021 eh ini sudah berganti lagi. Sebelumnya saya mau mengucapkan Selamat Tahun Baru 2022 buat teman-teman semua, semoga selalu diberikan kesehatan di tengah pandemi yang masih belum kunjung selesai, dilancarkan semua target dan harapan yang harus selalu ada, diberikan keimanan yang kuat agar bisa konsisten dalam menjalankan semua pekerjaan. Karena sebenarnya musuh utama kita adalah diri kita sendiri, bagaimana kita harus bisa melawan rasa malas dan takut mencoba.

Kegiatan pagi ini diwarnai oleh si Kakak yang mulai masuk sekolah hari ini. Alhamdulillah di Kota Tangerang sudah mulai PTM walau dalam seminggu baru dua kali pertemuan, itu pun dalam satu hari hanya 4 jam durasinya. Tapi bersyukur karena Kakak bisa bertemu dengan teman-temannya, bersosialisasi walaupun sebenarnya waktu daring pun Kakak sudah berkenalan dan ngobrol dengan teman-temannya. Hanya saja tetap akan terasa berbeda antara daring dengan luring.

Saya sebenarnya antara senang dan deg-degan sekolahnya Kakak menerapkan PTM. Senang karena melihat Kakak antusias masuk sekolah, ketemu teman-teman. Khawatir karena takut longgar akan prokes, namanya anak-anak usia 7 tahun masih suka buka-buka masker atau nyobain makanan temannya. Makanya sedari semalam saya wanti-wanti ke Kakak kalau tetap harus menjaga prokes, walaupun ada teman yang nawarin makanan ditolak saja dengan halus. Jangan sembarangan pegang-pegang sesuatu dan selalu mencuci tangan hahaha. Entah lah ya itu adalah reminder yang keberapa kalinya.

Alhamdulillahnya sekolah Kakak sudah menerapkan prokes yang cukup ketat, pihak sekolah tidak memaksakan anak untuk ikut PTM (Pembelajaran Tatap Muka) jika memang kondisi anak kurang sehat. Jadi kita sebagai orang tua juga harus memantau dan sadar dengan kondisi anak. Jika memang anak terkena flu, demam atau batuk sebaiknya memang tidak usah masuk sekolah terlebih dahulu. Lebih baik anak istirahat supaya kondisi bisa fit seperti sedia kala.

PERSIAPAN PROKES PTM (Pembelajaran Tatap Muka)

1. Masker

Saat ini masker sepertinya salah satu barang yang harus selalu ada di dalam tas ya. Apalagi yang intentitas melakukan kegiatan di luar ruanganya tinggi maka setidaknya kita dalam sehari sekitar 2 atau 3 kali harus berganti masker. 

2. Hand Sanitizer / Tissue Basah

Hand sanitizer dan Tissue Basah juga menjadi salah barang yang wajib dibawa di dalam tas. Terkadang tanpa kita sadari kita suka pegang sembarang tempat dan tidak semua fasilitas umum menyediakan tempat mencuci tangan. Jadi memakai hand sanitizer bisa menjadi salah satu alternatifnya.

3. Bawa bekal dan tempat makan sendiri

Sebisa mungkin bekali anak dengan makanan atau cemilan, untuk meminimalisir jajan diluar. 


Nah kalau teman-teman apa saja nih kesibukannya di awal tahun 2022, apakah sama seperti saya berkutat dengan persiapan sekolah anak? Yuk ditunggu sharingnya di kolom komentar ya.

Rabu, 29 Desember 2021

Refleksi Tahun 2021


Bismillah,

Assalamualaikum, gimana kabarnya teman-teman di penghujung tahun ini? Gimana juga dengan resolusinya di sepanjang tahun 2021, berjalan dengan lancarkah?
Kalau saja jujur saja ada beberapa yang terbengkalai, seperti menulis di blog ini contohnya. Sudah beberapa bulan membiarkannya terbengkalai begitu saja, selain karena belum ada ide menulis, terkadang rasa malas menghampiri. Dan balik lagi mempertahankan konsistensi itu susyah sekali. 

Selain itu pengalaman menjadi penyitas Covid-19 di tahun 2021 tidak pernah saya lupakan. Di bulan Juni 2021 saya, Ibu dan Bapak, serta Tante dan Adik saya terkena Covid-19. Dan itu membuat Ibu saya harus masuk ke ruang isolasi di Rumah Sakit Bunda Sejati Tangerang. Selama sebulan lebih perasaan saya tidak karuan, setiap hari jantung selalu deg-degan apalagi jika mendapat kabar dari Rumah Sakit. Beruntung Ibu saya pulih dengan cepat walaupun setelah pulang dari Rumah Sakit juga hasilnya masih tetap positif. Sehingga harus isolasi mandiri di rumah.

Di Tahun ini juga saya masuk ke beberapa komunitas dan belajar menjadi momfluencer :). Dannnn ini seru sih, belajar sesuatu hal yang baru itu menyenangkan gak sih? belajar edit foto, edit video, ikut suppot itu seperti apa, dan sebagainya. Sepertinya ini sih akan berlamjut di tahun depan, harus tetap semangattt... :))

Terlepas dari tercapai atau tidaknya target di tahun ini, harus tetap berterima kasih kepada diri sendiri karena sudah bisa bertahan di tahun yang bisa dikatakan belum pulih benar dari pandemi Covid-19. Doa dan harapan yang baik akan selalu dipanjatkan semoga tahun depan akan lebih baik lagi dari tahun ini. Aamiin

Nah kalau teman-teman, pencapaian apa sih yang sudah berhasil kamu capai di tahun 2021? Yuk share di kolom komentar,