Selasa, 06 Juli 2021

Self Love Untuk Kesehatan Mental yang Lebih Baik

Pic : Pinterest



Seiring dengan perjalanan hidup, pasti tak selalu berjalan mulus. Ada senang namun juga ada sedih. Kadang ketika kita berada dalam kondisi yang tidak kita inginkan, kita menyalahkan keadaan atau malah menyalahkan diri sendiri. “Ah seandainya aja situasinya seperti ini”, “Kok gw gini ya, ambil keputusan mudah aja ga bisa”, “Kok hidup gw gini-gini aja ya”. Dan banyak sekali perkataan-perkataan dalam diri sendiri yang akhirnya menimbulkan pikiran negatif, mudah menyalahkan, dan memiliki mental health (kesehatan mental) yang buruk. Hal tersebut salah satunya bisa disebabkan karena kita tidak memiliki kemampuan untuk mencintai diri sendiri atau self love yang baik.


Self love memiliki pengertian bagaimana diri kita menerima setiap kondisi dan mampu memberikan apresiasi disaat kita bisa mengambil keputusan. Self Love adalah bagaimana kita bisa menghargai diri sendiri, berteman dan berdamai dengan dirinya sendiri dan memberikan penghargaan kepada diri sendiri karena sudah bisa menjalani segala masalah yang datang silih berganti. Namun perlu diingat, self love yang berlebihan dikhawatirkan akan mengarah kepada narsisme yaitu terlalu mencintai diri sendiri sehingga menimbulkan sikap egois, tidak berempati, terlalu mengagung-agungkan diri sendiri dan menganggap dirinya paling benar.


Self love erat kaitannya dengan kesehatan mental. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya jika kita memiliki pemikiran yang selalu negatif, maka akan sangat mungkin berpengaruh terhadap kesehatan mental kita. Memiliki gangguan suasana hati, kemampuan berfikir serta kendali emosi yang akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk. Sementara orang yang memiliki kesehatan mental yang baik dapat menggunakan kemampuannya secara maksimal dalam menghadapi hidup serta menjalin hubungan positif dengan orang lain. Lebih mudah untuk berpikir positif, termasuk saat marah, kecewa, atau sedih, karena hal tersebut adalah bentuk dari penerimaan diri.

 

Menurut Prof. Dr. Mustafa Fahmi pengertian kesehatan jiwa (mental) ada dua, yaitu: pertama, kesehatan jiwa adalah bebas dari gejala-gejala penyakit jiwa dan gangguan kejiwaan. Kedua, kesehatan jiwa adalah dengan cara aktif, luas, lengkap tidak terbatas, ia berhubungan dengan kemampuan orang yang menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri dan dengan masyarakat lingkungannya, hal itu membawanya kepada kehidupan yang sunyi dari kegoncangan, penuh vitalitas.( Mustafa Fahmi, Kesehatan Jiwa dalam Keluarga, Sekolah dan Masyarakat; Bulan Bintang; Jakarta; cet 1; 1977).

 

Cara Untuk Bisa Mencintai Diri Sendiri

  • Self Talk

Saya menggunakan cara ini untuk bisa berdamai dengan diri sendiri. Disaat kondisi mental saya tidak bagus, saya biasanya melakukan self talk. Saya bertanya kepada diri saya sendiri kenapa harus ada seperti ini, instrospeksi hal-hal mana yang bisa saya rubah sehingga akhirnya bisa berdamai dengan diri sendiri dan menerima segala keadaan yang tidak mengenakkan. Dengan cara ini menurut saya lebih bisa untuk mengenali diri sendiri, seperti apa impian yang ingin dicapai, kekuatan dan kelemahan apa yang kita miliki.

  • Me Time

Dengan segala rutinitas yang ada, menurut saya me time adalah salah satu cara untuk cukup baik untuk bisa belajar mencintai diri sendiri dan menjaga kesehatan mental. Me Time adalah meluangkan waktu sejenak untuk diri sendiri. Nah kalau buat ibu-ibu seperti saya, me time di kamar mandi atau pun baca buku sambil minum teh itu bisa jadi mood booster. Me time bisa dilakukan di dalam atau luar rumah, seperti berolah raga, jalan-jalan di taman. Namun di masa pandemi seperti saat ini kita harus cari cara yang aman untuk bisa melakukan me time di luar bersama keluarga

  • Accept your self

Setiap manusia diciptakan oleh Tuhan berbeda-beda, bahkan untuk anak kembar sekalipun pasti memiliki sifat yang berbeda. Belajar untuk menerima diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihan serta fokus terhadap kekuatan dan tujuan kamu akan memudahkan kamu untuk bisa mencintai diri sendiri. Jangan memikirkan pendapat orang lain. Dengan begitu kamu lebih termotivasi dalam menjalani hari. Just be your self.

  • Menuliskan hal atau pemikiran negatif
Salah satu hal yang bisa dilakukan disetiap minggunya adalah meluangkan waktu untuk bisa mencatat hal-hal / pemikiran negatif yang mengganggu. Apa saja misalkan mengenai kebohongan, hukuman terhadap diri sendiri, meremehkan diri sendiri dan sebagainya. Karena tindakan ini dapat membantu kita untuk menghadapi hal-hal negatif dengan cara yang baik. Sehingga kita juga bisa memiliki kesehatan mental yang baik
  •  Bersyukur dan berterima kasih

Hal yang paling penting adalah kita harus selalu bersyukur atas segala pemberian Tuhan YME sekecil apapun itu.  Segala hal yang terjadi baik buruknya pasti selalu ada hikmah yang bisa diambil. Karena bersyukur adalah tentang menyadari bahwa kita sedang bertumbuh dan mengapresiasi usaha keras yang sudah kita lakukan. Bersyukur adalah tentang merayakan keberhasilan kecil untuk capaian yang lebih besar. Bersyukur justru diperlukan untuk membuat kita ingat bahwa tidak ada usaha yang sia-sia


Belajar mencintai diri sendiri adalah sebuah proses. Tidak mudah namun bisa dilakukan asalkan konsisten.  Share yuk cara mencintai diri versi kamu di kolom comment yaaa. 


Sabtu, 03 Juli 2021

'Mengejar' Donor Plasma Konvalesen


Belakangan ini teman-teman saya banyak yang sedang mencari plasma konvalesen, baik untuk keluarga ataupun untuk temannya. Plasma konvalesen adalah plasma darah yang diambil dari pasien Covid-19 yang telah sembuh, dan kemudian diproses agar dapat diberikan kepada pasien yang sedang dalam masa pemulihan setelah terinfeksi. Jadi, donor darah plasma konvalesen adalah donor darah dari penyintas Covid-19 untuk membantu pasien lain yang belum sembuh dari corona. Untuk lebih jelasnya silahkan klik Plasma Konvalesen.
Dan saya tidak menyangka bahwa saya menjadi salah satu orang yang mencari plasma konvalesen ini untuk Ibu saya yang sedang di rawat di RS. Bunda Sejati Tangerang.

Hari itu Senin, tanggal  28 Juni 2021 pukul 6.00 WIB handphone saya berbunyi. Ternyata Ibu saya yang menelfon,  terus terang saya merasa deg-degan jika ada telefon dari rumah sakit. Tak berapa lama terdengan suara di seberang sana yang masih terdengar lemah, mungkin karena masih memakai oksigen. "Mba, sudah bangun? ini Ibu mau kasih kabar kalau Dokter tadi suruh Ibu untuk cari plasma konvalesen, Ibu butuh 2 kantong plasma".

DEGG!... ini sama sekali bukan kabar yang ingin saya dengar.

Saya tahu betapa tidak mudah mencari pendonor yang mau menyumbangkan plasma tersebut, terlebih lagi banyak persyaratan untuk bisa mendonorkan plasma konvalesen. Apakah saya bisa? sejenak saya terdiam sampai akhirnya suara di seberang sana berkata "Bisa kan mba?". Tak perlu menunggu lama saya menjawab "Bisa bu, Ibu tenang aja. InsyaAllah Ni akan dapet plasmanya. Tugas ibu cuma terus semangat sembuh aja ya, dan jangan lupa doain Ni supaya bisa cepet dapat donornya". Lalu Ibu pun berkata "Iya kabarin ya mba, biar Ibu tenang". Dan beliau menutup telefonnya.

Saya menarik nafas panjang, mulailah saya menelfon kedua adik saya untuk menceritakan masalah ini dan respon mereka pun sama seperti saya tadi. Bingung.. namun kami harus bergerak cepat. Saya dan adik-adik saya mulai membagi tugas, mencari tahu apa saja syarat pendonor plasma konvalesen ini. Membuat iklan seadanya dan memasang di semua media sosial yang kami punya. Status WA, facebook, instagram, linkedin. Banyak teman-teman kami yang mulai menshare kembali iklan yang saya buat ataupun memberikan informasi terkait dengan cara mendapatkan plasma ini. 

Saya pun sudah meminta bantuan ke PMI dan komunitas - komunitas terkait dengan donor plasma ini seperti plasmahero, blood for life, aksi donor plasma dan beberapa komunitas lainnya. Namun stok plasma di mereka juga tidak ada karena permintaan plasma yang sedang meningkat beberapa minggu terakhir ini, jadi saya pun tidak bisa berpangku tangan saja menunggu mereka mendapatkan plasma untuk saya. Saya pun harus mencari pendonor juga supaya cepat.

Selama 2 hari saya terus saja posting mengenai kebutuhan saya akan plasma tersebut. Dan betapa senangnya ketika ada 2 orang yang mau untuk mendonorkan plasmanya untuk Ibu saya.  Mereka tiba-tiba menghubungi saya karena melihat iklan yang dishare oleh teman-teman saya. 
Langsung kami janjian untuk datang ke PMI Kota Tangerang, namun memang bukan rezeki saja karena 1 orang pendonor tidak lolos karena memiliki pembuluh darah yang kecil dan 1 lagi tidak lolos untuk hemoglobinnya sehingga tidak bisa melanjutkan untuk donor plasma.  Saya pun pulang ke rumah dengan perasaan yang tidak menentu.

Saya merasakan sedih dan bingung yang luar biasa. Harus kemana lagi saya mencari donor plasma ini? sementara proses untuk plasma ini bisa sampai ke Ibu saya pun juga akan memakan waktu lagi.  Saya pasrah, malam itu saya berdoa semoga dimudahkan segalanya. Meminta kepada Allah agar menguatkan saya supaya saya terus berusaha, untuk Ibu saya. Dan MasyaAllah, selepas saya berdoa, ada yang menginfokan di group komunitas donor plasma yang saya ikuti bahwa ada kelebihan plasma untuk golongan darah yang saya cari di Kota Tangerang. Dengan tangan yang gemetar saya pun langsung menelfon pendonor tersebut. 

Allahu Akbar!  Alhamdulillah masih tersedia 2 kantong plasma yang sudah siap, tanpa pikir panjang saya pun janjian untuk bertemu dengan pendonor di PMI Kota Tangerang untuk mengetahui prosedur selanjutnya untuk saya bisa mendapatkan plasma tersebut. MasyaAllah tak henti-hentinya saya berterimakasih kepada Sang Pemilik Nyawa, Allah membantu melalui orang-orang baik seperti Bapak ini. Fyi, Bapak ini ternyata seorang sukarelawan yang dengan rutin mencarikan pendonor plasma. Dan kebetulan pula adiknya memiliki circle pertemanan yang banyak sehingga ada saja yang mau untuk mendonorkan plasmanya. Saya berdoa semoga Bapak beserta keluarganya selalu diberikan kesehatan dan perlindungan dari Allah SWT.

Saat ini plasma tersebut masih diproses di PMI karena memang ada prosedur yang harus mereka lakukan seperti mencocokkan dengan sampe darah Ibu, infonya butuh 2 hari untuk prosesnya. Namun alhamdulillahnya kondisi Ibu juga semakin membaik. Sehingga jika memang progressnya semakin baik maka semoga tidak usah disupply oleh plasma ini, jadi plasmanya bisa diberikan ke orang yang lebih membutuhkan. 

Dengan adanya kejadian ini saya belajar, bahwa kita harus terus berbuat baik walaupun itu hal yang kecil. Aware terhadap lingkungan dan lebih care terhadap orang lain. Teman-teman saya membantu saya untuk bisa mendapatkan plasma tersebut, padahal bisa dibilang saya adalah orang yang memiliki hubungan personal yang buruk (dalam arti tidak pernah intens untuk berkomunikasi dengan mereka). Namun mereka berbaik hati dan memberikan informasi dimana saya bisa mendapatkan plasma konvalesen ini.  

Dan ketika di titik tidak tahu harus berbuat apa lagi, maka jangan lupa ada Allah yang selalu memberikan kita pertolongan dari arah yang tidak disangka-sangka. 

Jumat, 02 Juli 2021

Plasma Konvalesen, Salah Satu Metode Untuk Penyembuhan Pasien Covid-19

Source : MI

Dalam sebulan ini terjadi peningkatan permintaan plasma konvalesen , dikarenakan jumlah pasien Covid-19 yang terus meningkat tajam membuat plasma konvalesen ini menjadi barang yang cukup langka. Stok di PMI dan di Rumah Sakit pun rata-rata sudah kosong, mereka pun kesulitan dalam mencari pendonor yang sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan.

Apa Itu Plasma Konvalesen? 

Plasma konvalesen adalah plasma (cairan darah) yang mengandung antibodi yang diambil dari pasien Covid-19 yang telah sembuh, dan kemudian diproses agar dapat diberikan kepada pasien yang sedang dalam masa pemulihan setelah terinfeksi. Sedangkan, donor plasma konvalesen adalah seseorang yang telah terdiagnosa covid-19 dan sudah 14 hari dinyatakan sembuh, ditandai dengan hasil pemeriksaan swab menggunakan RT-PCR sebanyak 2 kali negatif dan bersedia menyumbangkan plasmanya secara sukarela.

Plasma konvalesen ini bisa diberikan kepada pasien covid-19 untuk keluhan sedang - berat. Namun ada juga pasien dengan keluhan ringan diberikan plasma ini, tergantung kepada hasil pemeriksaan dari Dokter. Metode plasma konvalesen ini diklaim sebagai salah satu pengobatan yang efektif untuk membantu para pasien covid-19 dikarenakan membantu meningkatkan antibodi dan menurunkan jumlah virus pada penderita covid-19.

Syarat Donor Plasma Konvalesen

Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi bagi para pendonor jika ingin mendonorkan plasma konvalesen :
1. Sudah dinyatakan sembuh oleh rumah sakit
2. Berusia 18 -60 tahun
3. Berat badan minimal 55 kg
4. Diutamakan laki-laki. Jika pendonornya adalah wanita maka syaratnya adalah belum pernah hamil, melahirkan ataupun keguguran
5. Pernah terkonfirmasi covid-19 dan sudah dinyatakan sembuh min. 14 hari 
6. Tidak memiliki gejala/keluhan dalam waktu min. 14 hari setelah dinyatakan sembuh
7. Tidak menerima transfusi darah selama 6 bulan terakhir
8. Tidak memiliki penyakit komorbid (Hipertensi, Diabetes, Jantung, Autoimun, Ginjal, Tuberkolosis, Penyakit Paru, dsb)
9. Pemeriksaan tanda vital yang normal yakni tekanan darah systole 90-160 mmHg, tekanan darah diastole 60-100 mmHg, denyut nadi sekitar 50 sampai 100 kali per menit, dan suhu tubuh kurang dari 37 derajat celsius.
10. Memiliki kadar Hemoglobin lebih dari 13.0 g/dL untuk pria dan lebih dari atau sama dengan 12.5 g/dL untuk wanita.
11. Untuk yang sudah pernah vaksin, harus sudah pernah vaksin yang kedua ya. Dan jeda nya 14 hari jika ingin mendonorkan plasma konvalesen ini. 
12. Memiliki golongan darah yang cocok dengan pasien

Alur Permintaan Plasma Konvalesen

Berdasarkan pengalaman saya tempo hari untuk mendapatkan plasma konvalesen ini adalah :
1. Pihak RS memberitahukan kepada keluarga perihal adanya kebutuhan plasma ini, jika memang plasma tersedia di RS maka plasma tersebut akan dicocokkan dengan sampel darah pasien. Namun jika RS tidak memiliki stok plasma maka keluarga diharapkan membantu untuk mencari donor plasma konvalesen ini. 

2.Dikarenakan untuk kasus saya kemarin adalah stok plasma tidak tersedia di RS, maka Pihak RS mendaftarkan pasien ke PMI yang ada di kota saya. Supaya bisa masuk ke waiting list yang ada di PMI. Jika memang ketersediaan darah sudah ada maka PMI akan menghubungi RS untuk segera mengirimkan sampel darah pasien supaya bisa dilakukan pencocokkan dengan plasma yang ada. Untuk proses ini bisa sekitar 2 hari untuk nantinya plasma tersebut bisa dikirimkan ke RS dan dilakukan proses transfusi.

3. Namun jika stok plasma tidak tersedia, maka keluarga pasien diminta untuk mencari donor plasma. Jika sudah ada pendonor beserta keluarga akan datang ke PMI di kota tersebut untuk diambil sampel plasmanya. JIka cocok maka biasanya PMI akan menghubungi  pendonor untuk dijadwalkan pengambilan plasma.


Kendala yang sering terjadi adalah sulitnya mendapatkan calon pendonor, dikarenakan tidak semua yang pernah terpapar covid memiliki kriteria yang sudah ditentukan oleh PMI sebelumnya. Ada juga yang tidak lolos dikarenakan memiliki pembuluh darah yang kecil, atau hemoglobin yang rendah. Yuk, bagi teman-teman yang sudah pernah terkonfirmasi covid-19, mari kita bantu saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan plasma konvalesen ini. Bisa datang langsung ke UNIT PMI terdekat di kota kalian ya.