Jumat, 24 Maret 2023

Tips Mengajarkan Anak Berpuasa

Bagaimana puasanya di hari kedua ini Bun?  Semoga selalu lancar sampai nanti kita meraih hari kemenangan ya. Puasa tahun ini kembali lagi saya mengajari anak-anak saya untuk belajar berpuasa, mengajarkan makna dari berpuasa yang tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga namun juga untuk menahan hawa nafsu. 

Mengajarkan anak untuk berpuasa bukan hal yang mudah ya Bun, butuh komitmen antara orang tua dan anak dan pehaman yang baik tentang arti puasa. Sehingga anak menjalankan ibadah puasa dengan kesadaran diri dan bukan karena paksaan. Karena biasanya jika berpuasa karena dipaksa atau malah memberikan hukuman kepada anak, maka anak akan berpuasa hanya ketika ada orang tua saja. Ajarkan anak untuk berpuasa karena Allah, menahan diri untuk menahan hawa nafsu sehingga diharapkan nantinya ia menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah dan mampu untuk memilah mana yang perlu dan mana yang tidak

Tips Mengajarkan Anak Berpuasa

Memang tidak ada patokan usia untuk mengajarkan anak berpuasa, yang penting dilakukan sedini mungkin dan dilihat apakah anak sudah bisa kita ajarkan untuk berpuasa. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengajarkan anak berpuasa.

1. Lakukan secara bertahap
Ada baiknya orang tua mengajarkan puasa secara bertahap. Misalnya di hari atau minggu pertama bisa buka puasa di pukul 10, lalu lanjut lagi untuk berpuasa sampai dengan azan berkumandang. Tidak masalah jika dalam tahun pertama anak belum bisa untuk berpuasa sehari penuh, kita bisa coba kembali di tahun berikutnya. Terus menerus secara bertahap sampai akhirnya anak bisa berpuasa 1 hari full.

2. Ajak anak melakukan ngabuburit menjelang berbuka
Puasa identik dengan ngabuburit, ngabuburit memiliki makna menunggu saat berbuka puasa sambil bekerja, bermain, berolahraga sampai tiba waktu Magrib. Menjelang berbuka anak biasanya sudah mulai lemas, bosan, mengantuk. Kita bisa ajak mereka untuk melakukan aktifitas seperti mewarnai, membuat prakarya, menonton film religi. Bisa juga mengajak anak berjalan-jalan keluar melihat orang-orang membeli makanan untuk berbuka puasa.

3. Apresiasi usaha anak ketika berpuasa 
Apresiasi usaha anak dalam berbuasa walau ia tidak berpuasa satu hari penuh, karena dengan apresiasi dari kita bisa meningkatkan motivasi anak untuk terus belajar berpuasa. Berikanlah apresiasi melalui kata-kata atau hadiah seperti baju lebaran yang ia sukai.

4. Menjadi teladan bagi anak
Kita adalah teladan yang baik bagi anak-anak. Jangan sampai orang tua menyuruh anak untuk berpuasa tapi ia sendiri tidak berpuasa. 

Yuk semangat membersamai anak menjalankan ibadah puasa ya Ayah Bunda.




Kamis, 23 Maret 2023

Target Ibadah di Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan penuh berkah, bulan yang penuh pengampunan, bulan dari seribu bulan. Allah membukakan pintu selebar-lebarnya bagi hambanya yang datang berlari padaNya, memberikan pahala bagi setiap hal kebaikan walaupun sebesar biji zarrah. Sebagaimana Nabi saw bersabda “Barang siapa berpuasa di bulan suci itu dengan beriman dan mengharap pahala dari sisi Allah maka diampuni segala dosa yang telah ia lakukan”. Itulah balasan Allah terhadap orang yang beribadah dilandasi keimanan. Hanya Allah yang pantas untuk menilai kualitas ibadah seseorang. Melaksanakan puasa berlandaskan iman adalah keharusan yang mutlak jika ingin ibadah diterima Allah swt.

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana Allah melipatgandakan pahala orang-orang yang dengan ikhlas menjalankan perintahnya, dan seharusnya itu bisa dijadikan motivasi guna memperbaiki diri dan bukan berpuasa hanya sekedar ikut trend atau mau dipandang baik oleh orang lain. Kita sebaiknya memiliki pemahaman yang benar sebelum melaksanakan ibadah puasa. Misalnya bagaimana tata cara berpuasa, hukum-hukumnya, amalan-amalan sunnahnya, dll

Pengertian Puasa

Menurut Syara’, As-shaum ialah: Menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan ibadah puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, disertai niat ibadah karena Allah semata, dan memenuhi syarat-syarat tertentu. Secara Fiqihiyyah dijelaskan lebih rinci lagi, puasa adalah menahan diri dari hawa nafsu, syahwat perut dan syahwat kemaluan, serta dari segala benda konkret yang memasuki rongga dalam tubuh (seperti obat dan sejenisnya), dalam rentang waktu tertentu yaitu sejak terbitnya fajar kedua (yaitu fajar shadiq) sampai terbenamnya matahari, dilakukan orang tertentu yang memenuhi syarat yaitu beragama Islam, baligh, berakal, dan tidak sedang dalam haid dan nifas, disertai niat yaitu kehendak hati untuk melakukan perbuatan itu sebagai ibadah karena Allah” (Fikih Islam Lengkap oleh Drs. H. Moh. Rifa’i, PT Karya Toha Putra, Semarang, 1978).

Bagi saya pribadi, bertemu kembali dengan bulan ramadhan rasanya seperti Allah memberikan kesempatan untuk bisa memperbaiki diri, belajar untuk bisa shalat tepat waktu, mengurangi ghibah, merutinkan membaca Al-quran, dan lain sebagainya. InsyaAllah saya sudah merencanakan dan menyiapkan beberapa target seperti target membaca Al-quran, dimana saya harus bisa membagi waktu supaya target khatam Alquran selama bulan ramadhan bisa tercapai. Selain itu juga insyaAllah saya merutinkan shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat fardu, belajar untuk shalat tepat waktu, bersedekah dan belajar untuk meninggalkan yang diharamkan oleh agama. Semoga kita bisa memaksimalkan ibadah dan amal shaleh di bulan yang penuh ampunan ini. 


Kamis, 02 Februari 2023

Resolusi 2023

Setiap pergantian tahun, biasanya ada perubahan atau pembaharuan resolusi untuk dilakukan di sepanjang tahun tersebut. Resolusi yang tanpa disadari bisa membuat kita lebih bersemangat menjalani hidup sehingga enggak flat banget gitu hehehe.

Resolusi 

Resolusi menurut KKBI adalah putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang). Atau bisa juga pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal. Jadi arti resolusi secara umum bisa diartikan suatu janji pada diri sendiri atau keputusan untuk melakukan sesuati, terutama untuk memperbaiki perilaku atau gaya hidup seseorang di tahun mendatang.

Biasanya di awal tahun kita semangat untuk melakukan perubahan dalam diri sendiri, masih bertahan sekitar 1 bulan. Namun setelahnya semangat sedikit mengendor dan kemudian hilang hehehe, pastinya pernah dong merasakan seperti itu. Kalau niat masih kenceng yaa akan diteruskan, tapi kalau semangat melempem yaa udah deh bhayyy.

Nah biasanya resolusi kita gagal karena adanya beberapa faktor. Menurut pengalaman pribadi sih ini ya gaess. Yang pertama menurut saya adalah Resolusi yang dibuat tidak terukur alias terlalu tinggi. Misal ingin naik berat badan namun tidak detail hal apa saja yang bisa menaikkan berat badan. Resolusi harus dibuat dengan perencanaan yang matang, tahapannya terukur sehingga bisa untuk kita evaluasi.

Yang kedua adalah terlalu banyak resolusi yang dibuat. Kalau menurut saya resolusi yang dibuat jangan terlalu banyak, sehingga kita bisa fokus melakukannya. Resolusi yang terlalu banyak dan tidak tercapai terkadang membuat kita sedih dan menurunkan semangat untuk melanjutkannya. Buat list mana saja yang menurut kita memiliki prioritas yang penting sehingga kemungkinan kita bisa melakukannya. Terakhir adalah tidak konsisten dan malas, ini adalah godaan yang susah dan harus dilawan. Karena melawan diri sendiri lebih susah daripada melawan godaan dari luar. 

Resolusi Tahun Ini

Kalau saya sementara hanya ada 2 resolusi yang ingin saya harapkan bisa saya lakukan. Yang pertama bisa menguasai Bahasa Inggris, dan yang ke dua bisa konsisten menulis di blog dan konsisten ikut beberapa habit menulis. Seperti KLIP Ibu Profesional, ODOP ISB dan 30 hari bercerita yang biasa diadakan setiap awal tahun di Instagram. Tidak muluk-muluk akan dilirik oleh brand atau sejenisnya sih hehehe tapi niat awal saya adalah konsisten menulis untuk memperbaiki penulisan saya.