Kamis, 02 Februari 2023

Resolusi 2023

Setiap pergantian tahun, biasanya ada perubahan atau pembaharuan resolusi untuk dilakukan di sepanjang tahun tersebut. Resolusi yang tanpa disadari bisa membuat kita lebih bersemangat menjalani hidup sehingga enggak flat banget gitu hehehe.

Resolusi 

Resolusi menurut KKBI adalah putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang). Atau bisa juga pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal. Jadi arti resolusi secara umum bisa diartikan suatu janji pada diri sendiri atau keputusan untuk melakukan sesuati, terutama untuk memperbaiki perilaku atau gaya hidup seseorang di tahun mendatang.

Biasanya di awal tahun kita semangat untuk melakukan perubahan dalam diri sendiri, masih bertahan sekitar 1 bulan. Namun setelahnya semangat sedikit mengendor dan kemudian hilang hehehe, pastinya pernah dong merasakan seperti itu. Kalau niat masih kenceng yaa akan diteruskan, tapi kalau semangat melempem yaa udah deh bhayyy.

Nah biasanya resolusi kita gagal karena adanya beberapa faktor. Menurut pengalaman pribadi sih ini ya gaess. Yang pertama menurut saya adalah Resolusi yang dibuat tidak terukur alias terlalu tinggi. Misal ingin naik berat badan namun tidak detail hal apa saja yang bisa menaikkan berat badan. Resolusi harus dibuat dengan perencanaan yang matang, tahapannya terukur sehingga bisa untuk kita evaluasi.

Yang kedua adalah terlalu banyak resolusi yang dibuat. Kalau menurut saya resolusi yang dibuat jangan terlalu banyak, sehingga kita bisa fokus melakukannya. Resolusi yang terlalu banyak dan tidak tercapai terkadang membuat kita sedih dan menurunkan semangat untuk melanjutkannya. Buat list mana saja yang menurut kita memiliki prioritas yang penting sehingga kemungkinan kita bisa melakukannya. Terakhir adalah tidak konsisten dan malas, ini adalah godaan yang susah dan harus dilawan. Karena melawan diri sendiri lebih susah daripada melawan godaan dari luar. 

Resolusi Tahun Ini

Kalau saya sementara hanya ada 2 resolusi yang ingin saya harapkan bisa saya lakukan. Yang pertama bisa menguasai Bahasa Inggris, dan yang ke dua bisa konsisten menulis di blog dan konsisten ikut beberapa habit menulis. Seperti KLIP Ibu Profesional, ODOP ISB dan 30 hari bercerita yang biasa diadakan setiap awal tahun di Instagram. Tidak muluk-muluk akan dilirik oleh brand atau sejenisnya sih hehehe tapi niat awal saya adalah konsisten menulis untuk memperbaiki penulisan saya. 

Jumat, 27 Januari 2023

Belajar dari Siapapun, Kunci Menuju Kesuksesan

Sepanjang hidup saya bertemu dengan banyak orang walau hanya sekedar singgah ataupun bertemu sebentar. Mengambil pelajaran tentang pengalaman mereka yang pastinya bermanfaat buat saya. Seru ketika mendengar mereka bercerita, bukan sengaja memberi nasihat namun memang hanya bertukar fikiran dan sharing pengalaman saja. 

Buat saya, belajar tidak mengenal usia. Dan saya selalu berusaha 'mengosongkan gelas' ketika bertemu dengan orang baru supaya lebih banyak menyerap ilmu yang mereka berikan. Dari obrolan itu terkadang membuka fikiran saya tentang hidup, tentang bagaimana menangani masalah, tentang apapun.

Orang-orang yang singgah di hirup saya dan membuat perubahan besar untuk saya adalah ketika saya bekerja. Dulu saya merasa kalau saya cenderung susah berkenalan dengan orang baru (walaupun sekarang sedikit masih suka minderan hehe), merasa bahwa komunikasi kurang, gak percaya diri. Lalu Qodrarullah di tahun 2010 saya diterima di satu dealer mobil sebagai staf HRD. Mulailah saya belajar bagaimana menjalin komunikasi dengan rekan kerja, dengan para karyawan dengan berbagai karakter, melakukan psikotes ketika merecruit karyawan baru, bertemu dengan vendor dan hal lain terkait pekerjaan sebagai staf HRD.

Di awal-awal masuk saya merasa stress, apalagi jika ingin panggil karyawan untuk konseling. Saya yang tipe to the point harus mengolah kata walau hanya sekedar basa basi. Belum lagi jika ada karyawan yang komplain terkait gaji ataupun jam kerja dan tuntutan dari atasan saya yang begitu keras karena sedang deadline recruitment.  Baru 3 minggu kerja saya langsung sakit karena indikasi kena tipes. Saya pun sempat menyerah karena tidak kuat dengan perubahan yang ada. 

Namun saya tahu saya pasti bisa, ditambah sulitnya mencari kerja membuat saya berfikir kembali mengenai keputusan saya keluar dari perusahaan tersebut. Salah satu orang yang membuat perubahan dalam hidup saya salah satunya karena atasan saya. Beliau memberikan saya kesempatan untuk mencoba hal-hal yang sempat saya takuti, merubah pola fikir saya, membuat saya bisa dengan baik berdiri di posisi saat ini. Saya bisa berdiskusi dengan baik, menemukan problem solving dari masalah yang ada dan mengatur tim saya dengan cukup baik walau pasti masih banyak kekurangan.

Terkadang kita akan bertemu dengan orang yang kita tidak sukai, namun ternyata orang tersebut adalah orang yang paling banyak memberikan perubahan ke arah positif tanpa kita sadari. Merubah perilaku, pemikiran, problem solving dan sebagainya. Maka dari itu pelajaran buat saya bahwa berteman dengan siapapun dan belajar dari siapapun.


Jumat, 20 Januari 2023

Dikotomi Kendali Teori Stoikisme

Pertama kali mendengar teori Stoikisme karena dapat tema ODOP yang membahas soal teori ini. Wah langsung deh melucur ke mba google untuk cari tahu apa sih teori Stoikisme itu.

Stoikisme

Stoikisme merupakan Filsafat Yunani Kuno yang didirikan di kota Athena dan ditemukan oleh Zeno pada awal abad ke-3 SM. Selain Zeno ada tiga nama-nama besar Stoikisme yaitu Seneca, Epictetus, dan Marcus Aurelius. Seneca adalah orang berkebangsaan Spanyol yang bekerja di pemerintahan Romawi Kuno sebagai penasihat kaisar, ia merupakan filsuf Stoikisme yang terbaik di abad ke-17. Lalu Epictetus merupakan seorang mantan budak dan Marcus Aurelius merupakan seorang kaisar kerajaan Romawi Kuno. Mereka merupakan filsuf di akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Wafatnya Marcus Aurelius di tepi sungai Danube menandakan berakhirnya mazhab Stoikisme. 

Filsafat Stoikisme mengarah bagaimana kita bisa mencapai ketenangan hidup, kecukupan hidup, kedamaian hati dan pikir. Tidak memikirkan segala hal yang membuat sulit di dunia seperti kesengsaraan, kemiskinan, kematian. Mereka percaya ada hal-hal dalam hidup ini yang bisa dikendalikan (internal) dan yang tidak bisa dikendalikan (External). Faktor internal seperti Persepsi kita, tujuan dan keinginan kita, serta segala sesuaitu yang merupakan fikiran dan tindakan kita sendiri. Sementara faktor external seperti opini orang lain, kesehatan, kekayaan, kondisi saat lahir, kondisi alam, dll

Stoikisme dalam kehidupan sehari-hari

Filsafat stoikisme mengajarkan kita untuk terap fokus kepada faktor internal, yaitu hal-hal yang bisa kita kendalikan, jangan terfokus pada faktor external yang bisa menggoyahkan prinsip atau opini kita. Stoikisme mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati hanya datang dari hal-hal yang bisa dikendalikan. 

Saya jadi ingat, setahun belakangan ini saya belajar bahwa tidak perlu ambil pusing atas opini dan pendapat negatif orang lain. Toh kita juga tidak bisa mengubah persepsi orang lain jika memang informasi negatif sudah terlanjur diterima. Jika memang saya benar maka saya akan tetap pada pendirian namun jika tidak maka saya akan menerima masukan dari orang-orang sekitar dan saya filter kembali.

Lalu juga saya mulai mengajarkan kepada anak-anak saya tentang bagaimana menghargai diri. Tidak perlu menyesal bahwa ada perbedaan warna kulit, jenis rambut, bentuk badan, bentuk muka dan lain sebagainya. Bahkan anak kembar identik sekalipun pasti ada bedanya. Yang perlu diolah adalah bagaimana kita bersikap jika ada yang mencela kita, menonjolkan kreativitas dan potensi kita daripada memikirkan hal alami yang sudah Tuhan ciptakan. 

Jadi teori Stokism mengajarkan jika ada sesuatu yang tidak kita kehendaki, itu sudah kehendak Tuhan dan harus dihadapi dengan baik. Mengendalikan fikiran, emosi, kepasrahan diri.

“Manusia tidak memiliki kuasa untuk memiliki apapun yang dia mau, tetapi dia memiliki kuasa untuk tidak mengingini apa yang dia belum miliki, dan dengan gembira memaksimalkan apa yang dia terima.” - Filosofi Teras


Referensi :

https://www.qureta.com/post/filsafat-stoikisme-dan-penerapannya-dalam-kehidupan-sehari-hari