Jumat, 12 Februari 2021

Pentingnya Mengenali Diri Sendiri

 

Banyak orang termasuk saya barangkali, yang kurang mau mengenali atau menyelami karakter, kelemahan dan juga kelebihan yang ada di dalam diri kita. Terkadang kita hanya berkutat pada 1-3 kelemahan atau kelebihan. Padahal mungkin kita memiliki potensi yang lebih besar yang sebenarnya sudah ada di dalam diri kita. hanya saja kita tidak mau untuk mengasah atau merubahnya lebih jauh.

 

Seringkali kita merasa minder dan membatasi diri kita sendiri. "Ah, kemampuan saya hanya segini aja" atau "ah, saya hanya bisa di satu bidang saja". Padahal kalau menurut saya pribadi, manusia diberikan akal untuk bisa mengupgrade dirinya dan menguji apakah dia mampu atau tidak untuk bidang yang sedang dia tekuni. Karena kalau kita tidak pernah mencoba, kita tidak akan pernah maju dan akan terus berada dalam zona nyaman. Begitupula jika kita hanya mengetahui kelemahan saja, maka yang ada hanyalah rasa minder dan tidak percaya diri untuk bersaing dengan orang lain. 

 

Dikutip dari psychologytoday.com, ada 6 cara mengenali diri sendiri yaitu melalui :

1.    Value (nilai)

Mengetahui tujuan hidup sehingga kita bisa termotivasi untuk mencapai tujuan kita tersebut.

2.    Interest (minat)

Apa yang membuatmu tertarik? Apa yang membuatmu penasaran? Apa yang menjadi perhatianmu? Jika sudah tahu hal yang membuatmu tertarik, bisa memberi Anda petunjuk tentang minat kita.

3.    Temperament (emosi)

Sebaiknya kita bisa mengenal karakter diri seperti misalnya apakah kita extrovert atau introvert, apakah kita lebih suka hal yang detail dan terencana atau tidak dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut membantu mengarahkan dan memaksimalkan potensi untuk bisa berkembang.

4.    Around the clock activities (jam biologis), 

Setiap orang memiliki waktu-waktu tertentu untuk membuatnya lebih produktif. Misalnya selama WFH ini saya lebih suka untuk bekerja malam, ataupun bangun pagi itu adalah hal yang wajib, karena kalau bangun siang maka rencana yang sudah disusun akan berantakan.

5.    Life mission and meaningful goals (misi)

Setiap manusia pasti pernah mengalami kejadian atau peristiwa yang paling bermakna. Dari kejadian tersebut sebenarnya kita bisa untuk menemukan petunjuk tentang identitas terdalam yang ada pada diri, karier, dan kepuasan hidup yang selama ini dicari sehinggan dapat menata tujuan hidup sekaligus menentukan langkah-langkah berikutnya.

6.    Strength(kekuatan)

Kita pasti pernah menggunakan topeng kita, bersikap berbeda dari diri kita sendiri supaya bisa diterima di satu komunitas atau circle pertemanan kita. Hal tersebut pasti tidak mengenakkan karena tidak menjadi diri kita sendiri. Ada baiknya mencari tahu apa kekuatan, keterampilan, karakter yang bisa kita tonjolkan agar bisa lebih percaya diri dan memenukan kekuatan kita.

 

Yuk, mulai kita mengenal  diri lebih dalam sehingga bisa memaksimalkan potensi yang ada.

 

Referensi https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190708141614-255-410161/cara-mengenali-diri-sendiri-untuk-maksimalkan-potensi

 




Kamis, 04 Februari 2021

Melepas Kangen dengan Teman-Teman Secara Virtual


Udah berapa lama kamu gak bertemu dan berkumpul sama teman-teman kamu? Kalau saya bisa dikatakan hampir 1 tahun kebelakang sudah tidak pernah berkumpul dengan teman-teman. Yup, selama pandemi covid-19 ini saya sudah jarang sekali berkumpul dengan teman-teman saya. Kalau sekedar bertemu masih, paling hanya dengan teman kantor atau gak sengaja bertemu teman di kereta atau di jalan. Kalau untuk ngumpul-ngumpul sehabis pulang kerja atau reunian itu terakhir di tahun 2019. Wah lama juga ya...

Tapi memang untuk saat ini, tidak ada keinginan dari saya untuk berkumpul bersama tema-teman saya. Dengan trafik orang yang terinveksi covid semakin meningkat belakangan ini, membuat saya khawatir sendiri. Takut saya kena dan menulari keluarga saya. Jadi memang untuk saat ini di rumah saja menjadi salah satu pilihan yang paling baik.

Tapi gak mungkin kan ya kalau kita sama sekali tidak bersosialisasi dengan teman-teman ataupun dengan keluarga. Bisa-bisa kita tidak tahu update kabar dari teman-teman kita. Nah, saat ini sudah banyak pilihan untuk tetap bisa bersosialisasi walaupun di rumah saja. Dengan teknologi yang ada saat ini, kita bisa kok tetap memiliki cara bersosialisasi meski di rumah aja dan masih tetap terhubung dengan siapa saja. Kita bisa menggunakan zoom, google meet, telegram atau bahkan whatsapp. Kita dimudahkan sekali dengan adanya aplikasi komunikasi ini sehingga bisa tetap video call dengan teman-teman dan juga keluarga. Tetap bisa melepas kangen walaupun kita dari rumah saja bukan.

Kalau saya kemarin sempat ikut wisata virtual ke seoul bersama teman-teman di ISB dan tim wisata kreatif jakarta. Selain bisa bertemu dengan teman-teman baru, kita juga bisa menjelajahi negara manapun yang kamu mau loh. Jadi jangan sedih kalau kamu gak bisa travelling di masa pandemi ini, Virtual travelling bisa menjadi solusinya. Harga yang ditawarkan pun masih dalam kategrori terjangkau kok.

Masih banyak cara untuk bisa bersosialisasi dengan teman-teman kamu meski di rumah saja. Nah kalau kamu, gimana sih cara bersosialisasi dengan teman-teman versi kalian? Bisa share di kolom komentar yaaa...

 


Senin, 01 Februari 2021

Bebas Sampah Dimulai Dari Kita



Terkadang saya suka stress kalau melihat banyak plastik, kardus-kardus dan sampah organik yang terbuang sia-sia. Apalagi kalau sehabis belanja bulanan, akan banyak plastik bekas detergen, minyak, pembersih lantai, dsb. Begitupun dengan makanan-makanan sisa yang sebenarnya masih bisa dijadikan kompos. Namun dikareanakan saya belum bisa untuk mengolahnya jadi terbuang sia-sia.


Apa Itu Bebas Sampah?


Saat ini pembuangan sampah terus menggunung, sampai-sampai kemarin sempat viral ada ibu-ibu yang membuang sampahnya ke pantai. Miliaran ton sampah tidak terurai dan tidak bisa didaur ulang selama bertahun-tahun. Kenapa ini bisa terjadi? Karena kita dengan mudahnya membuang sampah, baik itu sampah organic maupun anorganik. Terlebih di era sekarang ini banyak sampah-sampah sekali pakai. Maka dari itu kita harus sadar bahwa ini tidak bisa dibiarkan terus menerus, sebisa mungkin kita harus bisa meminimalisir sampah demi menjaga ekosistem kita.


5R Penanganan Sampah (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, dan Rot)


1.  Refuse (menolak) dimana kita sebisa mungkin menolak produk-produk yang nantinya akan menimbulkan sampah yg sukar terurai. Misal kita tidak membeli air mineral kemasan. akan lebih baik jika kita menggunakan botol minum sendiri dari rumah yang kita sendiri tau kehigenisan botol minum dan air minumnya.

2.   Reduce (menggurangi), dimana kita sebanyak mungkin mengurangi penggunaaan produk yang menimbulkan sampah, misal kita tidak menggunkan tidak menggunakan tissu untuk membersihkan tangan atau wajah, kita dapat menggunakan sapu tangan sebagai penggantinya.

3.   Reuse (menggunakan) kembali, dimana kita menggunakan kembali barang-barang yang masih layak untuk dipakai, misalnya kita menggunnakan baju lama kita yang masih muat di badan.

4.   Recycle (mendaur ulang), dimana jika sampah yang ada tidak lagi digunakan kembali, kita bisa mendaur ulang barang tersebut dengan tambahan-tambahan material lain sehingga barang tak layak pakai tersebut menjadi barang yang dapat dimanfaatkan kembali, contohnya membuat tas dari bungkus kemasan minuman serbuk.

5.   Rot ( pembusukan)  jika masih ada sisa makanan, kita cukup dengan membuat kompos dari material tersebut, tentu tidak dengan mencampurnya dengan sampah anorganik lainnya.

5R tersebut dilakukan secara berurutan, dan yang harus kita perbanyak adalah Refuse dan Reduce.

Di tahun 2021 ini saya memasukkan ke dalam resolusi saya bahwa saya harus bisa bebas sampah. Saya banyak belajar di situs zerowaste.id dimana banyak sekali artikel seputar tips dan topik cara untuk meminimalisir sampah. Ada banyak sekali kategori topik dan itu sangat-sangat bermanfaat sekali. Di zerowaste.id kita juga diajak untuk 30 Days Zero Waste Challange, jadi selama 30 hari kita diajak untuk memulai langkah awal untuk gaya hidup yang lebih sadar lingkungan, belajar hidup lebih sehat, hemat dan lebih sederhana. 


Dan kerennya lagi, di zerowaste.id, ada yang namanya peta minim sampah. Peta minim sampah ini menunjukkan tempat-tempat yang akan membantu kita mengurangi dan mengolah sampah. Seperti dimana bisa drop ecobrick, jelantah, bank sampah, cafe yang mendukung gerakan ini, bulk store, dll. Kita tinggal memasukkan alamat kamu dan cari tempat minim sampah terdekat di kolom search.


Ada satu website lagi yang saya suka baca-baca artikelnya yaitu rekosistem. Kalau di rekosistem, kita bisa meminta mereka untuk jemput sampah ke rumah kita. Tentunya dengan persyaratan yang telah diinfokan sebelumnya, ada jenis sampah anorganik, plastic, kertas, beling, karet, metal, e-waste yang bisa mereka terima. Di rekosistem juga kita bisa membeli Rekompos, ada bahan-bahan untuk membuat kompos, cairan mikroorganisme, spray dan juga buku panduannya. Sehingga tidak usah khawatir untuk memulainya karena bisa membaca buku panduan yang telah diberikan.


Meminimalisir sampah ini tidak bisa dikerjakan sendiri, namun juga harus ada komitmen dari keluarga untuk bisa berproses, hal ini tentunya tidak mudah namun jika kita mau untuk berubah maka kita bisa untuk menjalani proses ini.


Salam Bebas Sampah



Referensi : https://dlh.jepara.go.id/2019/01/23/5r-penanganan-sampah/