Sabtu, 25 Maret 2023

Di Usia Berapa ya Idealnya Memasukkan Anak ke SD?

Rasa galau melanda saya dalam beberapa bulan terakhir ini, galau karena pengen jalan-jalan tapi belum gajian bun? hahaha bukaann. Tapi galau karena memutuskan adik mau dimasukkan ke SD tahun ini atau tidak. Saat ini usia adik di 5 tahun 10 bulan dimana ketika dia masuk SD berusia 6 tahun 2 bulan. Sebenarnya yang membuat saya galau adalah kalau adik tidak dimasukkan ke SD tahun ini maka akan bentrok dengan kakaknya ketika kakaknya keluar dari SMP, yang satu masuk ke SMA dan satunya masuk SMP.

Sebenarnya dari segi kemantapan untuk membaca dan menulis saya  rasa adik sudah bisa, namun ada aspek lain yang harus dilihat ketika memutuskan untuk memasukkan anak ke SD seperti kemandirian dan kesiapan psikisnya. Saya harus memikirkan kembali apakah memang sudah seharusnya dia masuk ke SD tahun ini, jangan sampai hanya karena ego saya jadinya malah mengorbankan anak. Lalu sebenarnya di usia berapa tahun sih yang ideal untuk memasukkan anak ke SD?

Syarat Masuk Sekolah Dasar (SD)

Menurut Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengan Kejuruan. Syarat masuk Sekolah Dasar adalah 7 tahun atau paling rendah 6 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan. Dalam pelaksanaan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), SD memprioritaskan penerimaan calon peserta didik baru kelas 1 yang berusia 7 tahun, namun dapat dikecualikan menjadi paling rendah 5  tahun 6 bulan pada tanggal 1 Juli tahun berjalan bagi calon peserta didik yang memiliki: a. kecerdasan dan/atau bakat istimewa; dan b. kesiapan psikis.
Calon peserta didik yang memiliki kecerdasan dan/atau bakat istimewa dan kesiapan psikis dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional, jika psikolog profesional tidak tersedia, rekomendasi dapat dilakukan oleh dewan guru sekolah yang bersangkutan.

Saya pernah menonton Ibu Elly Risman, salah satu psikolog favorite saya di salah satu takshow  yang ditayangkan di salah satu stasiun tv swasta. Saat itu sedang dilakukan pembahasan terkait dampak sekolahkan anak terlalu dini. Menurut beliau idealnya anak masuk ke Sekolah Dasar adalah pada usia 7 tahun dimana pada usia tersebut otak anak sudah cukup matang untuk menerima pelajaran-pelajaran, aturan-aturan, dan sebagainya. Masa peralihan dari masa bermain ke masa belajar. Karena usia yang benar-benar siap untuk belajar adalah usia 8 tahun.

Sebelum usia tersebut, baiknya yang terpenting adalah bermain, menumbuhkan kelekatan dengan orang tua dan melatih perasaan atau empatinya. Kelekatan hubungan orang anak-orang tua penting dilakukan di awal-awal usia anak. Jika orang tua menyekolahkan anak terlalu dini, anak akan mengalami kebosanan belajar yang waktunya tidak bisa ditebak. Sehingga akan menyulitkan orangtua maupun pendidik dalam mengatasinya.

Jadi Bismillah saja ya, InsyaAllah sepertinya saya akan memasukkan adik ke SD di usia 7 tahun lebih sedikit. InsyaAllah dengan begitu saya harap adik bisa matang untuk menerima pelajaran.

Jumat, 24 Maret 2023

Tips Mengajarkan Anak Berpuasa

Bagaimana puasanya di hari kedua ini Bun?  Semoga selalu lancar sampai nanti kita meraih hari kemenangan ya. Puasa tahun ini kembali lagi saya mengajari anak-anak saya untuk belajar berpuasa, mengajarkan makna dari berpuasa yang tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga namun juga untuk menahan hawa nafsu. 

Mengajarkan anak untuk berpuasa bukan hal yang mudah ya Bun, butuh komitmen antara orang tua dan anak dan pehaman yang baik tentang arti puasa. Sehingga anak menjalankan ibadah puasa dengan kesadaran diri dan bukan karena paksaan. Karena biasanya jika berpuasa karena dipaksa atau malah memberikan hukuman kepada anak, maka anak akan berpuasa hanya ketika ada orang tua saja. Ajarkan anak untuk berpuasa karena Allah, menahan diri untuk menahan hawa nafsu sehingga diharapkan nantinya ia menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah dan mampu untuk memilah mana yang perlu dan mana yang tidak

Tips Mengajarkan Anak Berpuasa

Memang tidak ada patokan usia untuk mengajarkan anak berpuasa, yang penting dilakukan sedini mungkin dan dilihat apakah anak sudah bisa kita ajarkan untuk berpuasa. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengajarkan anak berpuasa.

1. Lakukan secara bertahap
Ada baiknya orang tua mengajarkan puasa secara bertahap. Misalnya di hari atau minggu pertama bisa buka puasa di pukul 10, lalu lanjut lagi untuk berpuasa sampai dengan azan berkumandang. Tidak masalah jika dalam tahun pertama anak belum bisa untuk berpuasa sehari penuh, kita bisa coba kembali di tahun berikutnya. Terus menerus secara bertahap sampai akhirnya anak bisa berpuasa 1 hari full.

2. Ajak anak melakukan ngabuburit menjelang berbuka
Puasa identik dengan ngabuburit, ngabuburit memiliki makna menunggu saat berbuka puasa sambil bekerja, bermain, berolahraga sampai tiba waktu Magrib. Menjelang berbuka anak biasanya sudah mulai lemas, bosan, mengantuk. Kita bisa ajak mereka untuk melakukan aktifitas seperti mewarnai, membuat prakarya, menonton film religi. Bisa juga mengajak anak berjalan-jalan keluar melihat orang-orang membeli makanan untuk berbuka puasa.

3. Apresiasi usaha anak ketika berpuasa 
Apresiasi usaha anak dalam berbuasa walau ia tidak berpuasa satu hari penuh, karena dengan apresiasi dari kita bisa meningkatkan motivasi anak untuk terus belajar berpuasa. Berikanlah apresiasi melalui kata-kata atau hadiah seperti baju lebaran yang ia sukai.

4. Menjadi teladan bagi anak
Kita adalah teladan yang baik bagi anak-anak. Jangan sampai orang tua menyuruh anak untuk berpuasa tapi ia sendiri tidak berpuasa. 

Yuk semangat membersamai anak menjalankan ibadah puasa ya Ayah Bunda.




Kamis, 23 Maret 2023

Target Ibadah di Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan penuh berkah, bulan yang penuh pengampunan, bulan dari seribu bulan. Allah membukakan pintu selebar-lebarnya bagi hambanya yang datang berlari padaNya, memberikan pahala bagi setiap hal kebaikan walaupun sebesar biji zarrah. Sebagaimana Nabi saw bersabda “Barang siapa berpuasa di bulan suci itu dengan beriman dan mengharap pahala dari sisi Allah maka diampuni segala dosa yang telah ia lakukan”. Itulah balasan Allah terhadap orang yang beribadah dilandasi keimanan. Hanya Allah yang pantas untuk menilai kualitas ibadah seseorang. Melaksanakan puasa berlandaskan iman adalah keharusan yang mutlak jika ingin ibadah diterima Allah swt.

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana Allah melipatgandakan pahala orang-orang yang dengan ikhlas menjalankan perintahnya, dan seharusnya itu bisa dijadikan motivasi guna memperbaiki diri dan bukan berpuasa hanya sekedar ikut trend atau mau dipandang baik oleh orang lain. Kita sebaiknya memiliki pemahaman yang benar sebelum melaksanakan ibadah puasa. Misalnya bagaimana tata cara berpuasa, hukum-hukumnya, amalan-amalan sunnahnya, dll

Pengertian Puasa

Menurut Syara’, As-shaum ialah: Menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan ibadah puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, disertai niat ibadah karena Allah semata, dan memenuhi syarat-syarat tertentu. Secara Fiqihiyyah dijelaskan lebih rinci lagi, puasa adalah menahan diri dari hawa nafsu, syahwat perut dan syahwat kemaluan, serta dari segala benda konkret yang memasuki rongga dalam tubuh (seperti obat dan sejenisnya), dalam rentang waktu tertentu yaitu sejak terbitnya fajar kedua (yaitu fajar shadiq) sampai terbenamnya matahari, dilakukan orang tertentu yang memenuhi syarat yaitu beragama Islam, baligh, berakal, dan tidak sedang dalam haid dan nifas, disertai niat yaitu kehendak hati untuk melakukan perbuatan itu sebagai ibadah karena Allah” (Fikih Islam Lengkap oleh Drs. H. Moh. Rifa’i, PT Karya Toha Putra, Semarang, 1978).

Bagi saya pribadi, bertemu kembali dengan bulan ramadhan rasanya seperti Allah memberikan kesempatan untuk bisa memperbaiki diri, belajar untuk bisa shalat tepat waktu, mengurangi ghibah, merutinkan membaca Al-quran, dan lain sebagainya. InsyaAllah saya sudah merencanakan dan menyiapkan beberapa target seperti target membaca Al-quran, dimana saya harus bisa membagi waktu supaya target khatam Alquran selama bulan ramadhan bisa tercapai. Selain itu juga insyaAllah saya merutinkan shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat fardu, belajar untuk shalat tepat waktu, bersedekah dan belajar untuk meninggalkan yang diharamkan oleh agama. Semoga kita bisa memaksimalkan ibadah dan amal shaleh di bulan yang penuh ampunan ini.