Sabtu, 28 November 2020
Cara Mengajukan Klaim Kecelakaan Kerja ke BPJS Ketenagakerjaan
Jumat, 27 November 2020
Cita-cita yang Belum Tercapai
Menjadi seorang dokter, itu adalah jawaban yang selalu saya jawab jika ada yang bertanya kepada saya "kalau besar mau jadi apa". Namun menjadi dokter saya bukan cita-cita yang saya inginkan ketikadengkul saya menjadi lemas ketika melihat darah. Semakin besar cita-cita saya berubah, pernah bercita-cita menjadi pramugari padahal tubuh saya tidak tinggi. Lalu perna juga bercita-cita menjadi komikus padahal menggambar juga tidak bisa. Dan akhirnya ketika kuliah, saya menetapkan diri untuk menjadi psikolog, psikolog anak lebih tepatnya. Akhirnya saya pun memutuskan untuk mengambil jurusan psikologi di salah satu universitas swasta di Depok
Namun menjadi psikolog anak juga belum kesampaian sampai sekarang. Dulu rencana mau kuliah S2 untuk ambil profesi psikolog anak, tapi keburu kerja dan akhirnya menikah. Waktu itu gak langsung ambil kuliah karena keterbatasan dana dan juga mau coba kerja dulu. Alhamdulillah diterima dan akhirnya keterusan bekerja sampai sekarang.
Saat ini saya bekerja di sebuah dealer mobil di daerah Jakarta Selatan. Posisi saya saat ini adalah HR yang lebih banyak mengurusi karyawan dan recruitment, sama sekali tidak berhubungan dengan dunia anak. Tapi Alhamdulillahnya, sewaktu awal-awal saya masuk kerja, saya pernah bekerja sebagai freelance di sebuah playgroup yang isinya anak-anak sekitar usia 3-5 tahun. Disitu kami mengamati bagaimana tingkah laku anak, karakter mereka, respon ketika belajar, dan lain-lain.
Hal itupun berlanjut sampai sekarang. Walaupun saya sudah tidak bekerja sebagai freelance lagi di playgroup tersebut namun terkadang masih suka dimintai tolong oleh teman saya tersebut untuk mengobservasi anak-anak tersebut, memang tidak capable karena saya tidak memiliki sertifikat profesi psikolog. Namun menyenangkan disaat kita harus bekerja sama dengan anak-anak, mengamati tingkah mereka, mengobrol dengan para guru dan bersama-sama memberikan saran dengan para psikolog yang ada di playgroup tersebut.
Semoga suatu saat saya bisa meneruskan cita-cita saya, meneruskan kuliah untuk bisa mendapatkan sertifikasi profesi psikolog anak. Aamiin
Kamis, 26 November 2020
Nilai Plus yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Recruiter
Ada yang bilang kalau seorang hrd itu harus punya 'six sense', harus bisa membaca pikiran dan tingkah laku para pelamar yang akan bekerja di perusahaan tersebut. Apalagi posisi recruitment dimana mereka adalah garda depan untuk bisa mensortir data pelamar mulai dari data CV, hasil psikotes, hasil interview, track record di pekerjaan sebelumnya, dan mungkin juga melakukan kroscek di akun media sosial dari si pelamar supaya lebih mengetahui keseharian dari pelamar. Karena terkadang ada pelamar yang menampilkan 'perilaku baik' padahal sebenarnya di keseharian ybs ugal-ugalan atau memiliki track record pekerjaan yang kurang baik.
Begitupun saya dan teman-teman yang berada di tim HRD dan Recruitment, kita harus benar-benar mensortir semua data pelamar yang memang terpilih untuk menempati posisi yang sedang dicari. Terkadang kami sampai harus melakukan cucokologi antara golongan darah, shio, zodiak supaya mengetahui karakter si pelamar ketika harus bekerja sama dengan timnya. Ini kami lakukan sebagai gambaran awal saja ketika nanti harus mengajukan kepada user mengenai karakter dari anak buahnya.
Beberapa sih ada yang benar, seperti waktu itu kami merecruit pelamar untuk departement kami sendiri, kami melihat mulai dari hasil intv, media sosialnya, melihat perkiraan karakter dari zodiak, shio, elemen, golongan darah. Lalu kami melihat juga melihat bagaimana pekerjaan dia sebelumnya, bagaimana dia berinteraksi dengan lingkungan kerja sebelumnya. Dan hasilnya bisa dikatakan 70% sesuai dengan prediksi kami sehingga kami bisa bekerja sama dengan baik sampai sekarang.
Tapi tak jarang juga saya dan tim saya salah perkiraan. Ketika kami perkirakan karakter dari si pelamar agak kurang baik, tapi ternyata pelamar tersebut memiliki komitmen yang baik dan sikap kerja yang baik. Bagus dalam bersosialisasi dengan tim maupun lingkungan kerjanya. Alhasil karyawan tersebut menjadi karyawan yang bagus performanya.
Saya rasa kemampuan untuk bisa membaca karakter pelamar harus dimiliki oleh setiap HR apalagi jika berhubungan dengan merecruit karyawan. Banyak buku-buku yang bisa dibaca untuk membaca karakter dari seseorang, baik melalui gesture, mimik wajah, tulisan tangan dan lain-lain.
