Jumat, 30 Juli 2021

Hadirkan Fortune Indonesia, Ekosistem Media Bisnis Baru dari IDN Media

 

William Utomo, COO IDN Media (Kiri) dan Winston Utomo, CEO IDN Media (Kanan)


Saat ini ada banyak sekali platform media yang menyajikan informasi-informasi yang bisa menambah wawasan kita mengenai banyak hal. Tentunya media yang memiliki konten positif, informatif, dan akurat. Salah satu media platform tersebut adalah IDN Media. IDN Media adalah sebuah perusahaan media berbasis teknologi dan platform konten yang menyasar para Millennial dan Gen Z di Indonesia sebagai target audiensnya, dengan lebih dari 70 juta Monthly Active Users (MAU). IDN Media juga memiliki visi mendemokratisasi informasi serta membawa dampak positif bagi masyarakat.

Nah, Ada kabar gembira nih dari IDN Media bagi kalian para penikmat media bisnis di Indonesia. Pada kuartal tiga 2021, IDN Media akan menghadirkan Fortune. Media Bisnis global terkemuka yang memiliki komitmen untuk menciptakan karya jurnalisme dengan standar akurasi, transparansi, dan legalitas yang tinggi di Indonesia. Fortune juga memiliki komitmen untuk mengungkapkan informasi paling hangat dan terpercaya. Sebagai media bisnis, target audiens Fortune tentunya adalah para pengambil keputusan, eksekutif, pebisnis professional, wirausahawan, dan pemimpin yang aspiratif. Padahal, di sisi lain, Fortune akan bergabung dengan ekosistem bisnis IDN Media, sebuah perusahaan media platform yang kita tahu memiliki target audiens para Millenial dan Gen Z.

CEO IDN Media, Winston Utama mengatakan bahwa Fortune dapat membawa #positiveimpact bagi para Millenial dan Gen Z. Seperti kita tahu bahwa Millenial dan Gen Z saat ini membawa dampak yang baik salah satunya bagi perkembangan perekonomian di Indonesia. Dimana mereka banyak menciptakan lapangan kerja baru, menciptakan UMKM, membuka perusahaan start up dan masih banyak lagi.

“Kehadiran Fortune ini pada dasarnya juga kami tujukan untuk Millennial & Gen Z yang memiliki ketertarikan seputar bisnis, finansial, ekonomi, perbankan, investasi, market research, dan keuangan, ya. Dengan terus memperhatikan akurasi dan kredibilitas informasi, kami ingin perkaya wawasan dan pengetahuan mereka,” terang Winston.

Ada 3 poin dimana Fortune dapat membawa #positiveimpact bagi para Millenial dan Gen Z terutama dalam bidang bisnis, finansial, ekonomi, perbankan, investasi, market research, dan keuangan.

1.    Informasi yang berkualitas

Saya selalu memilah media platform yang menyampaikan informasi yang berkualitas untuk saya baca. Jangan sampai informasi yang kita baca ternyata hoax atau berita bohong. Dan Fortune memiliki komitmen untuk memberikan informasi yang berkualitas dan terpercaya.  Target audiens utama Fortune adalah pebisnis professional, hal itu tidak mengurangi fokus IDN Media untuk memberikan informasi kepada Millenial dan Gen Z. Dengan hadirnya Fortune diharapkan para publisher yang ada di IDN Media mampu memberikan informasi yang lebih beragam untuk disajikan kepada para Millenial dan Gen Z. Millenial dan Gen Z dapat mendapatkan informasi dan pengetahuan seputar dunia bisnis, finansial, ekonomi, perbankan, investasi, market research, dan keuangan,

2.    Literasi terhadap aspek finansial

Belajar bisa dimana saja dan kapan saja, tidak peduli usia muda atau tua. Sepanjang hayat masih dikandung badan belajar tidak akan ada habisnya. Belajar tidak hanya didapat dari sekolah formal saja, ketika kita mendapatkan informasi yang berkualitas dan terpercaya itu juga merupakan salah satu yang bisa memperkaya wawasan dan pengetahuan seseorang. Dengan adanya Fortune diharapkan para Millenial dan Gen Z bisa mendapatkan informasi yang lengkap, akurat dan terpercaya. Terlebih kepada literasi mengenai aspek finansial dimana menurut Winston, aspek ini menjadi salah satu hal yang penting yang harus dipahami oleh Millenial dan Gen Z. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini tidak sedikit para millenial dan gen z yang masih menghabiskan uang untuk kesenangan dibandingkan untuk investasi, atau sekalinya mereka investasi, tapi tidak mencari tahu jenis investasi dan bagaimana profitnya. Maka dari itu edukasi dan literasi keuangan penting untuk dilakukan.

3.    Millenial dan Gen Z, Kolaboratif dan berjiwa wirausaha

Mewakili IDN Media, Winston percaya dan optimis bahwa generasi ini adalah generasi yang memiliki karakter kolaboratif dan berjiwa wirausaha. Para Millenial dan Gen Z adalah dua generasi yang bisa memberikan pengaruh terutama dalam bidang teknologi dan bisnis. Dengan karakteristik Millenial yang mampu menggunakan teknologi, dan karakteristik Gen Z yang ambisius, percaya diri serta berani mencoba sesuatu hal yang baru. Maka jika berkolaborasi akan menciptakan sebuah bisnis yang baik.

Fortune dan IDN Media akan saling melengkapi. Semoga informasi yang diberikan bisa menambah wawasan dan membuat para Millenial dan Gen Z ini semakin semangat dalam membuat terobosan baru khususnya dalam hal bisnis, finansial, ekonomi, perbankan, investasi, market research, dan keuangan.

 

 

Sabtu, 17 Juli 2021

Pencapaian Kecil Namun Berharga Ketika Pandemi Covid-19

 


Beberapa kali terlintas dalam benak saya untuk resign dari tempat saya bekerja dan menjadi full mom. Mengurus kedua anak saya dan fokus kepada usaha yang sedang saya rintis. Karena sebagai ibu terkadang saya merasa bersalah karena dirasa kurang bisa untuk mengurus kedua anak saya, tidak full mengetahui perkembangan mereka dan seringkali tidak bisa mengatur waktu. Ketika pulang kerja masih saja mengerjakan pekerjaan kantor, usaha saya pun terkadang terbengkalai karena ada saja pekerjaan kantor yang harus saya kerjakan. Karena memang saya merasa belum perlu merecruit seseorang untuk membantu mengurus usaha kecil yang sedang saya rintis, jadi semua masih saya yang kerjakan.

Lalu pandemi ini datang, membuat perusahaan tempat saya bekerja memberlakukan sebagian karyawannya untuk WFH (Work From Home) sesuai dengan instruksi pemerintah. Kami harus menyesuaikan peralihan dari bekerja dari kantor ke bekerja dari rumah, dan perubahan jam kerja menjadi salah satu hal yang harus disesuaikan diantara sekian banyak penyesuaian lainnya. 

Kenapa jam kerja? karena jujur saya memiliki kendala ketika bekerja pagi ke sore, dikarenakan ada saja hal yang tidak bisa membuat saya fokus. Entah itu karena anak-anak ataupun karena pekerjaan rumah yang belum saya selesaikan. (Fyi saya tidak bisa bekerja dengan tenang jika rumah belum rapi hehehe) Oleh karena itu biasanya saya bekerja malam hari setelah anak-anak tidur. Membalas email dan laporan yang masih bisa dikerjakan malam hari. Sampai dengan saat ini saya masih bekerja dari rumah, Sebelum PSBB Darurat saya hanya satu atau dua kali seminggu saja pergi ke kantor. Namun dengan PSBB Darurat yang diberlakukan pemerintah saat ini membuat saya kembali full bekerja dari rumah. 

Akhirnya selama 1.5 tahun ini saya merasakan bagaimana rasanya menjadi full mom, dan jujur saya senang. Walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa menjadi ibu rumah tangga itu tantangannya berat sekali, apalagi yang tidak memiliki ART (asisten rumah tangga) seperti saya.  Mengurus rumah, mengurus anak, mengelola emosi apalagi kalau tamu bulanan datang. Tak jarang rasanya saya lelah sekali, berantem dengan diri sendiri lalu berdamai kembali. Belum lagi dengan tuntutan pekerjaan yang harus lebih detail saya kerjakan karena khawatir ada miss komunikasi antar rekan kerja ataupun mengenai pekerjaannya. Saya banyak membuat todo list untuk memudahkan saya bekerja agar tidak lupa.

Tapi dari situ saya terus belajar bagaimana mengatur waktu, mendampingi anak saya belajar, mendengarkan cerita mereka. Terus menggali ide apa saja yang bisa saya dan mereka lakukan walaupun di rumah saja, terus belajar bagaimana membagi waktu antara bekerja, usaha, menjalankan hobi saya dalam menulis  dan juga menemani anak-anak bermain. Pandemi ini mengajarkan juga kepada saya mengenai hubungan interpersonal saya yang bisa dibilang kurang baik, namun pengalaman saya terkena Covid kemarin merubah segalanya. Mengajarkan kita untuk lebih kreatif, mencari penghasilan tambahan agar tetap survive di tengah perekonomian yang tidak menentu.

Doa saya dan juga doa seluruh warga di Dunia berharap bahwa pandemi ini segera selesai. Kami rindu untuk berjabat tangan, rindu untuk berpelukan, rindu bertamasya bersama keluarga, rindu berkumpul bersama keluarga dan teman-teman. Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan kepada orang-orang yang sedang berjuang di masa yang sulit ini. Para tenaga medis, relawan, guru, para pejuang rezeki yang memang harus mencari nafkah di luar rumah. Jangan lupa untuk menerapkan 5M dan menjaga kesehatan. Mari kita saling jaga sesama.

Jumat, 16 Juli 2021

Cara Mudah Bersosialisasi Di Masa Pandemi

Pandemi ini sungguh mengkhawatirkan dalam beberapa minggu belakangan ini. Lonjakan kasus Covid-19 membuat para Nakes kewalahan, IGD penuh dan bahkan harus waiting list. Banyak sekali pasien yang tidak mendapatkan ruang IGD dan ruang isolasi walaupun mereka sudah dalam keadaan lemah dan butuh penanganan. Bahkan tadi saya lihat di berita, ada pasien Covid-19 yang meninggal di kursi roda saat menunggu penanganan. RS kewalahan karena keterbatasan alat dan Nakes yang juga tumbang karena terpapar virus. Berdasarkan update data harian yang didapat dari halaman covid19.go.id per tanggal 16 July 2021 bahwa pasien yang terkonfirmasi positif sebesar 2.726.803, pasien sembuh 2.176.412 dan meninggal 70.192. 

Jujur hal ini membuat saya khawatir jika harus keluar rumah. Ketika pergi ke pasar untuk berbelanja keperluan mingguan, ketika harus mengantar barang, ataupun bekerja. Namun dengan adanya PPKM Darurat yang berlaku dari tanggal 05 Juli - 20 Juli 2021 diharapkan mampu menekan penyebaran Covid-19 di Jawa dan Bali. Perusahaan juga dituntut untuk memberlakukan WFH bagi yang tidak termasuk ke sektor essensial dan kritikal.  Menurut saya saat ini, tetap di rumah merupakan pilihan yang terbaik. Namun untuk para pejuang rezeki yang harus mencari nafkah di luar sana, semoga selalu dilindungi. Karena masih banyak orang yang juga terdampak dari adanya PPKM Darurat ini, semoga ada titik tengah yang bisa menguntungkan bagi warga yang terdampak dan pemerintah.

Tentunya pandemi ini juga berdampak pada cara kita bersosialisasi. Yang tadinya kita masih bisa bertemu dengan teman, rekan kerja, saudara walaupun dengan prokes yang tetap harus dijaga. Kini harus benar-benar diminimalisir kontak langsung dengan orang-orang. Agar saya masih bisa produktif dan tetap bersosialisasi dengan teman-teman walaupun di rumah saja. Ada beberapa cara yang saya lakukan untuk tetap menjaga silaturahmi dengan mereka.

1. Video Call atau Zoom
Pasti beda rasanya jika kita bertemu secara virtual dengan langsung bertatap muka. Namun selama pandemi masih tinggi saya rasa hal tersebut adalah salah satu cara terbaik untuk tetap menjalin silaturahmi. Sama-sama saling menjaga, khawatir salah satu dari kita ada yang terpapar jika kita melakukan kontak langsung. Biasanya saya menjalin komunikasi melalui video call dan zoom. Melepas kangen dengan saudara, teman, ataupun berkenalan dengan teman-teman baru dari komunitas ataupun dari sekolah. 

2. Mengirimkan kebutuhan bagi teman yang sedang isolasi
Biasanya jika saya mengetahui ada teman yang sedang melakukan isolasi mandiri, saya akan kirim beberapa bahan pangan setidaknya sebagai tambahan makanan selama mereka melakukan isolasi mandiri. Pasien yang sedang melakukan isolasi mandiri sangat membutuhkan bantuan dari lingkungan sekitar, karena mereka tidak bisa kemana-mana,

3. Membeli kebutuhan rumah tangga kepada teman yang berjualan
Kita paham sekali bahwa pandemi ini berdampak kepada semua sektor, menurunkan penghasilan dan banyak sekali PHK. Maka dari itu biasanya jika saya membutuhkan suatu barang atau makanan, biasanya saya akan membeli dari teman yang berjualan. Selain membantu perekonomian mereka saya juga bisa menjalin komunikasi dan merekomendasikan kepada teman-teman lain agar mereka juga bisa membeli barang tersebut.

4. Mengikuti kursus
Ini sudah saya lakukan semenjak awal pandemi, ada beberapa kursus yang saya ikut. Selain mendapat ilmu, saya juga bisa mendapatkan teman baru.

5. Posting di twitter, instagram dan facebook
Memberikan komentar positif atau sekedar menanyakan kabar ketika mereka sedang update status bisa menjadi salah satu cara untuk kita bisa tahu keadaan mereka. Begitupula dengan saya, sesekali saya posting di twitter, instagram dan facebook ataupun menulis di blog. 

Ada banyak cara untuk tetap bisa bersosialisasi di masa pandemi tanpa harus melakukan kontak langsung.  Bosan dan jenuh pasti ada, namun itu adalah salah satu cara untuk membantu pemerintah dan Nakes untuk menekan penyebaran Covid-19. Kalau memang harus keluar rumah selalu terapkan protokol 5M.